Dede Oetomo: Fiksi suatu dunia kehidupan yang sayangnya dalam kenyataannya pun masih penuh kekerasan dan diskriminasi

Dr Dédé Oetomo ditemui pertama kali oleh Yonathan Rahardjo pada saat Ubud Writers and Readers Festival pada 2009 di Bali, saat Yonathan menjadi salah satu peserta terpilih oleh panitia dan juga menjadi salah seorang pembicara dua seminar. Dédé Oetomo Ketua Dewan Pengurus GAYa NUSANTARA menjadi salah seorang pembicara pada seminar yang lain UWRF tersebut. Mereka sama-sama hadir pada peluncuran buku Sutasoma karya Cok Sawitri di satu resto, dan terjadilah perkenalan atas fasilitasi Olin Monteiro, aktivis Jurnal Perempuan.
Yonathan mengutarakan rencana penerbitan novelnya yang berbicara tentang dunia waria dan problematikanya termasuk operasi kelamin dan HIV AIDS. Saat itu Dédé Oetomo memberi masukan kepada Yonathan tentang masalah penting terkini di kalangan waria bukanlah pada operasi kelamin tetapi pada problem suntik silikon, banyak yang mengakibatkan penyakit infeksi bahkan kematian, banyak yang dilakukan ilegal, dan terbukti saat ini (2011) masalah ini mencuat tinggi dengan kasus heboh radang payudara Melinda Dee tersangka pembobol 17 M Dana Nasabah Citibank, akibat suntik atau implan silikon.
Yonathan pun menyempurnakan Taman Api dengan muatan tentang suntik silikon ilegal itu jauh sebelum kasus Malinda Dee terangkat ke permukaan. Ketika novel Taman Api hendak diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Alvabet, pada awal 2011 melalui FB Yonathan pun mengontak dan minta endorsement Dr Dédé Oetomo terhadap novel ini. Dengan terbuka Dr Dédé pun memberikan endorsement tak lama setelah itu. Endorsement ini termaktub dalam buku novel Taman Api yang terbit Mei 2011.
Pada endorsement itu Ketua Dewan Pengurus GAYa NUSANTARA ini mengatakan, "Dalam novel Taman Api kita yang waria atau kenal atau dekat dengan kawan-kawan waria akan mengenali dalam fiksi suatu dunia kehidupan yang sayangnya dalam kenyataannya pun masih penuh kekerasan dan diskriminasi hanya karena perbedaan ekspresi dan identitas gender. Kita sambut dengan besar hati terbitnya novel ini, yang merupakan satu lagi langkah maju menuju suatu dunia di mana perbedaan tidak akan lagi menjadi dasar kekerasan dan diskriminasi." (tamanapi.blogspot.com)

No comments: