Infovet: Peristiwa TAMAN API di Majalah Infovet


Majalah Infovet Edisi 203-Juni 2011

WARTAWAN INFOVET LUNCURKAN BUKU LAGI


Per Mei 2011 telah hadir dan beredar Novel Baru berjudul "TAMAN API" karya Drh Yonathan Rahardjo, Wartawan Daerah Infovet Jawa Timur, Mantan Redaktur Pelaksana Infovet dan Manajer PT Gallus Indonesia Utama Divisi Infovet. Acara bedah buku itu telah diselenggarakan pada 18 Mei 2011 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat yang terkenal dengan nama UIN Jakarta.
Dalam buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia (2010), nama Drh Yonathan Rahardjo tercatat sebagai salah satu dari 100 Profil Dokter Hewan Berprestasi. Pada pasal Dokter Hewan Berprestasi di Bidang Lain, nama alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya ini tercatat setelah nama Drh. Taufiq Ismail (Penyair Angkatan 66), Drh. Asrul Sani (Seniman Pelopor Angkatan 45), dan Drh. Marah Rusli (Pengarang Novel Siti Nurbaya). Drh Yonathan Rahardjo, lahir di Bojonegoro, adalah pengarang novel Lanang (2008), salah satu Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006.
Tentang Novel ke dua Drh Yonathan setelah Novel Lanang, Drh. Suli Teruli Sitepu Wakil Sekretaris Jenderal PB PDHI (Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) periode 2006-2010 memberi pendapatnya. Katanya, ”Konspirasi dalam novel ini merupakan realita bisnis yang ada dalam kehidupan, penderitaan manusia diacak-acak dan dicari kelemahannya sehingga mau dibujuk untuk mengikuti keinginan para konspirator; kelainan fisik, psikis kekuatan ilmu ilmiah kedokteran-farmasi dibalut keuntungan mengesampingkan etika dan kepatutan digunakan sebagai tameng bahkan kepercayaan pun dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan itu; suatu hal yang menjijikkan yang perlu diketahui bersama!”
Sedangkan menurut Dr Hari Basuki Notobroto dr MKes dari Departemen Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Novel Taman Api adalah, “Sebuah novel yang patut disimak. Perpaduan problematika sosial dan kesehatan seperti HIV/AIDS dan kelainan genetik, diramu secara menarik dengan pendekatan seni dan ilmiah, kritis, sekaligus bermanfaat memberikan pendidikan bagi masyarakat.”
Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan Prof Dr I Bambang Sugiharto berpendapat, Novel Taman Api merupakan, ”Sebuah novel yang menguak kekonyolan, kerumitan dilematis dan kebusukan pandangan agamis atas fenomena waria maupun kodrat gender umumnya. Novel ini penting untuk membongkar berbagai kemungkinan sisi patologis dari bentuk-bentuk kesalehan religius yang kerap naif, munafik dan berbahaya.”
Adapun dua pembicara bedah Novel Taman Api di UIN Jakarta adalah Soffa Ihsan seorang Penulis dan Ahli Filsafat Hukum Islam dan Toga Tambunan seorang penyair dan salah Seorang Pendiri Paguyuban Kebudayaan Rakyat Indonesia (PAKRI). Dalam acara dihadiri oleh berbagai kalangan mahasiswa dan masyarakat itu mereka menyampaikan pendapatnya secara langsung terhadap novel karya dokter hewan yang wartawan Majalah Infovet ini.
"Lewat novel ini, kita makin dicelikkan up and down kisah galang gulung waria di negeri ini. Ada thriller, ada god’s spy yang bergemeretak hendak menujah keberadaan waria, sidik medik dan juga futuristik. Dengan alur tarik-ulur yang dentang debar, rasanya penulis berhasil memanggungkan teater kompleksitas rumpun “kelamin ketiga” ini," kata Soffa Ihsan.
Adapun Toga Tambunan berpendapat, ”Taman Api menggedor-gedor pembaca menyimak kekuasaan yang memerintah Indonesia dewasa ini yang berjanji akan memerangi kasus-kasus tersebut tetapi ternyata semata-mata hanya sebagai gincu bibir, rekayasa pembohongan publik, sandiwara bertujuan menyembunyikan praktek konspirasi mafia humanika, kejahatan kemanusian terhadap publik untuk segala faset kehidupan masyarakat. Taman Api menggedor-gedor kejujuran akal sehat dan hati sanubari publik pembaca, mungkinkah rezim berkuasa dan negara tidak berperan bahkan tidak tahu-menahu sindikat konspirasi mafia humanika itu?”
Drh Yonathan Rahardjo merupakan satu dari 15 penulis Indonesia yang terpilih mengikuti UWRF (Ubud Writers & Readers Festival) 2009 di Bali. Karya-karyanya yang lain: Avian Influenza: Pencegahan dan Pengendaliannya (2004), Antologi Puisi: Jawaban Kekacauan (2004), Kedaulatan Pangan (2009). Sejak 1983, puisi, cerpen, esai, opini, dan tulisan jurnalistiknya diterbitkan di berbagai buku dan media massa. Dia bergabung di Majalah Infovet sejak tahun 1994, termasuk angkatan pertama koresponden Majalah Infovet ketika Majalah Kesayangan Anda ini berusia 2 tahun. Dan sekarang usia 17 tahun menjelang usia 18 tahun.
Karya Drh Yonathan setelah Novel Lanang yang berbicara tentang kisah dokter hewan dan penyakit misterius pada sapi perah ini juga diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Alvabet Jakarta dan sudah beredar di Toko Buku Gramedia di seluruh Tanah Air. (Ellisabeth YR)

No comments: