Arfian Jamul Jawaami: Skripsi S1: Anggapan Patologi Sosial Terhadap Waria Dalam Novel Taman Api Karya Yonathan Rahardjo


Judul Skripsi : Anggapan Patologi Sosial Terhadap Waria Dalam Novel Taman Api Karya Yonathan Rahardjo
Penulis Skripsi : Arfian Jamul Jawaami
Fakultas dan Universitas: Ilmu Komunikasi Bidang Kajian Jurnalistik Universitas Islam Bandung
Tahun Penulisan Skripsi : 2013



ABSTRAKSI



Karya sastra merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan beserta pengalaman yang terkandung di dalamnya. Karya sastra merefleksikan ide, gagasan, pandangan, norma serta aktivitas berpola dari manusia dalam masyarakat, dimana mampu merekam kehidupan masyarakat yang kadang gamang.

Sedang waria adalah anggota gender ketiga dimana merupakan konsekuensi yang tidak diharapkan dari adanya perkembangan sosial budaya. Waria dianggap sebagai penyandang patologi sosial karena mereka di pandang berbeda dan berada di luar produk budaya. Produk budaya yang mengatakan bahwa peran dan karakter lelaki haruslah sesuai dengan konsepsi maskulinitas yang berlaku. Anggapan patologi sosial tersebut yang melatarbelakangi stigma negatif, tindak kekerasan, pelecehan bahkan pembunuhan yang dialami waria dalam realitas objektif.

Lantas novel “Taman Api” hadir sebagai bentuk sastra yang mengangkat persoalan perihal kehidupan waria beserta adanya anggapan patologi sosial. “Taman Api” adalah ekspresi yang tersaji dalam wujud dekonstruksi. Sebuah realitas yang sesungguhnya intim dengan kehidupan namun tidak sempat terefleksi dalam hati sebagai suatu yang pekat akan nuansa emosional dan disepakati sebagai fakta logis.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka penulis penelitian melakukan analisa terhadap novel “Taman Api” karya Yonathan Rahardjo mengenai adanya anggapan patologi sosial terhadap kaum waria. Dengan menggunakan metode kualitatif, hasil dari penelitian tidak berdasar angka kuantitatif untuk kemudian ditarik sebuah kesimpulan mati. Subjektifitas yang bertanggung jawab adalah landasan penelitian ini agar mencapai sebuah pemahaman dan hasil temuan yang baik.

Sedangkan untuk metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah subjektifitas analisis wacana kritis dengan menggunakan model dari Teun Van Dijk. Dengan pendekatan ini penulis melakukan penelitian dan analisis berdasar tiga dimensi wacana menurut Teun Van Dijk, yaitu dimensi teks dalam isi novel serta menggali konteks sosial dan kognisi sosial yang terkandung dalam sebuah runutan dan pengalaman teks agar tercapai sebuah kesimpulan yang di harapkan.

Kognisi pengarang novel memperlihatkan kegelisahan atas adanya perlakuan dan sikap tidak adil yang di terima kaum waria di kehidupan masyarakat beserta harapan untuk menghindari hal tersebut. Hal tersebut tertuang tegas pada wacana dalam teks novel “Taman Api” yang merupakan perwujudan kembali dari fakta yang dialami Yonathan Rahardjo untuk kemudian di kemas dalam bentuk fiktif. Teks yang terselip mendukung anggapan yang ada dengan penjelasannya. Sedangkan secara konteks sosial, waria merupakan kaum yang tersudut di berbagai lini kehidupan. Kehadirannya bukan hanya di pandang sebagai kaum minoritas dan fenomena belaka namun juga dianggap sebagai penyakit sosial yang keberadaannya harus di buang baik ditinjau dari aspek kekuasaan maupun akses.

No comments: