YPPI: Hasil Bedah Buku Taman Api di YPPI

Sumber:

Hasil Bedah Buku Taman Api



Suasana saat Bedah buku Taman Api
Sekitar pukul 15.30 W.I.B diskusi sekaligus bedah buku “Taman Api” berlangsung. Berlokasi di kantor YPPI Rungkut Asri Barat X/9 Surabaya acara dilakukan dengan diskusi santai. Dihadiri langsung oleh Yonathan Raharjo penulis buku Taman Api, Eko Cahyono pendiri perpustakaan Anak Bangsa dari Malang, Iwan TBM Gelaran Buku Daar El Fikr dari Kediri dan beberapa peserta yang lain.
Dalam acara bedah buku ini masing-masing peserta menyampaikan kesan dan pesan serta kritik untuk penulis terkait buku Taman Api ini. Di awali dari Wahyu Kurniawan yang berbagi pengalaman selama dirinya aktif dalam lembaga yang bergerak di bidang pendampingan kepada penderita HIV AIDS yang sebagian merupakan waria.
Wahyu Kurniawan berpendapat bahwa keberadaan buku Taman Api menjadi sangat menarik karena isu yang diangkat di dalamnya terkait dengan isu yang kontroversial yaitu terkait dengan kehidupan waria dengan berbagai permasalahanya. Masyarakat masih menganggap bahwa kehidupan waria itu selalu di identikan dengan image buruk. Hal inilah yang kemudian menjadi menarik orang untuk membaca buku bersampul dengan ilustrasi gambar waria.
Eko Cahyono sendiri memiliki pendapat sendiri setelah membaca buku Taman Api ini. Yang pertama Eko menanyakan terkait alasan kenapa gambar sampul buku ini digambarkan wanita seksi? mungkin untuk beberapa kalangan hal itu tidak menimbulkan masalah tapi kalau di desa Eko sampul bergambar seperti itu oleh sebagian masyarakat dianggap buku yang terlalu “porno”.
Terkait dengan isi cerita dan alur cerita buku Taman Api ini memiliki daya tarik tersendiri karena pembaca akan tertantang dengan alur ceritanya yang lain dari yang lain. Eko juga menanyakan apakah Jonathan (penulis) dalam membuat buku Taman Api ini sudah pernah melakukan survey atau penelitian terkait dengan jalan cerita di dalamnya ?
Menerima masukan dan kesan dari para peserta diskusi bedah buku Taman Api ini sebagai penulis Yonathan menjawab dengan sangat lugas dan bisa difahami oleh hampir semua peserta.
Yonathan juga menjelaskan bahwa buku Taman Api ini merupakan Fiksi sehingga penulis memang tidak mengambil sebuah satu kesimpulan sepihak semata. Penulis berharap tulisan dalam buku ini boleh-boleh saja memiliki persepsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Yang terpenting adalah bagaimana setelah membaca buku ini bukan konflik yang terjadi karena sebuah perbedaan pemahaman tapi justru saling menghargai dan menghormati adanya perbedaan pandangan tersebut khususnya terkait dengan kehidupan waria.
Diskusi berakhir sekitar pukul 18.00 W.I.B dan di akhiri dengan makan soto bersama. ***

No comments: